:

BPRS Bhakti Sumekar Teguhkan Peran dalam Pendidikan Lewat Layanan Keuangan Syariah yang Inklusif

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id – Lembaga keuangan syariah Badan Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Kabupaten Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pendidikan melalui penyediaan layanan keuangan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang diperingati pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebagai refleksi bersama terhadap pentingnya penguatan sektor pendidikan di berbagai lini.

 

Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam dunia pendidikan merupakan langkah strategis yang diyakini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Sumenep.

 

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar aktivitas belajar-mengajar, tetapi merupakan fondasi utama dalam membentuk masa depan yang lebih baik. Karena itu, sinergi lintas sektor, termasuk lembaga keuangan, sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan berkualitas.

 

“Terwujudnya generasi yang cerdas dan berdaya saing tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” ujar Hairil Fajar, Rabu (6/5/2026).

 

Ia menambahkan, peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif. Pendidikan, lanjutnya, merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul.

 

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, BPRS Bhakti Sumekar telah menghadirkan beragam program layanan keuangan syariah yang menyasar kalangan pelajar. Program ini mencakup produk tabungan khusus bagi siswa serta kegiatan edukasi literasi keuangan guna membekali generasi muda dalam mengelola keuangan secara bijak sejak dini.

 

“Program tabungan pelajar hingga edukasi literasi keuangan terus kami dorong agar siswa memiliki pemahaman yang baik dalam mengatur keuangan mereka,” jelasnya.

 

Lebih jauh, Hairil Fajar juga menekankan bahwa peringatan Hardiknas tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum evaluasi terhadap sistem tata kelola pendidikan, khususnya dalam hal transparansi dan akuntabilitas.

 

“Sistem pengelolaan pendidikan harus terus diperkuat dengan mengedepankan prinsip transparansi serta berorientasi pada peningkatan mutu sesuai dengan regulasi yang berlaku,” pungkasnya. (sdm)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *